Seandainya kalian tahu, di Indonesia ini ada sekitar 80% orang yang memiliki gigi yang susunannya tidak normal, antara lain gigi berantakan, gigi tongos, gigi kelinci, gigi gingsul, gigi cameh, dan masih banyak lagi jenisnya. Dalam hal ini, aku termasuk memiliki gigi yang berantakan dengan dua gigi depan yang besar (gigi kelinci) dan agak menjorok ke depan dan dua gigi taring atas yang juga agak menjorok ke depan. Pokoknya, berantakan.
Berikut ini adalah beberapa hal yang kualami sebagai pemilik gigi berantakan, yang mungkin juga kalian alami.
1. Ibu dan beberapa saudara selalu mengingatkanku sejak kecil untuk memakai behel.
Yah, ibu memang orang yang merasa bahwa anaknya harus sempurna. Beberapa kali dia memintaku pergi ke dokter gigi untuk memasang kawat. Tapi saat itu dokter gigiku bilang “Nggak apa-apa Bu, nanti pas besar juga akan membaik dengan sendirinya.” Dan ketika aku beranjak dewasa ternyata gigiku masih sama, ibu terus saja bilang “Nggak pengen pake kawat?”
2. Waktu SD, teman-teman cowokku suka bilang aku ‘suka pamer gigi’.
Yah, aku memang sering mendapat bullying seperti ini. Hal ini karena ketika aku tersenyum, gigi depanku yang besar akan langsung terlihat. Pada waktu itu, aku sangat terganggu. Tapi sekarang, jika ada orang yang mem-bully gigiku, aku akan sangat santai menghadapinya karena aku sudah kebal. Kalian pun mungkin sering mengalami bullying seperti ini juga kan?
3. Ketika ke dokter gigi, aku hampir selalu ditawari untuk memakai behel atau mencoba jenis perawatan gigi lainnya.
Beberapa dokter gigi yang kutemui saat aku beranjak dewasa selalu menyarankanku untuk memakai kawat gigi. Ada juga beberapa penemuan modern yang ditawarkan kepadaku. Tapi aku memang tidak tertarik. Yah, lebih-lebih memang karena harganya yang sangat mahal.
4. Beberapa teman mengatakan “Ih, Rita punya gigi taring’.
Ketika aku tersenyum, gigi taringku memang akan terlihat jelas, dan menurut mereka aku seharusnya tidak memiliki taring. Padahal sebagai makluk omnivora, gigi manusia memang dilengkapi dengan taring juga untuk makan daging kan? Ah, ilmu biologi mereka jelas sangat buruk.
5. Ketika memakai lipstick, aku harus sering-sering melihat cermin, siapa tahu lipstick-nya menempel di gigi.
Karena gigi depanku yang agak menjorok, seringkali lipstick yang kupakai menempel di gigi. Jadinya, aku harus sering-sering mengeceknya di cermin.
6. Di beberapa kesempatan, khususnya di masa laluku, aku selalu merasa kesulitan ketika harus tersenyum karena merasa senyumku itu akan merusak penampilanku.
Aku selalu merasa senyumku tak manis. Setelah melewati beberapa tahap pertumbuhan, aku sadar bahwa yang dibutuhkan hanyalah rasa percaya diri dan latihan agar bisa tersenyum dengan penuh percaya diri. Kalian tak perlu tersenyum terlalu lebar. Cukup perlihatkan sedikit gigi di balik bibirmu yang tersenyum, dan kalian akan tampak misterius sekaligus percaya diri.
7. Momen ketika harus tertawa juga menimbulkan ketakutan tersendiri.
Sayangnya adalah sebenarnya aku termasuk orang yang suka tertawa dan gampang tertawa. Tapi pada saat yang sama, aku sering merasa harus menangkupkan telapak tangan ke mulut karena tak ingin terlihat aneh. Padahal, ini salah lho karena dengan membawa telapak tangan ke arah mulut, perhatian orang justru akan terbawa ke arah mulut kan?
8. Di masa mudaku, aku hampir tak pernah tersenyum ketika difoto. Ataupun kalau tersenyum, aku akan memilih tersenyum tanpa menunjukkan gigi.
Sama halnya dengan tersenyum di kehidupan nyata, aku pun dulunya tak mau tersenyum saat difoto. Namun, sekali lagi, seiring dengan pertumbuhanku, aku mulai belajar menemukan signature smile, yaitu pose senyum yang paling enak dilihat menurutku. Bahkan mereka yang memiliki gigi rapi pun pasti juga memiliki signature smile. Dan sekarang, bisa kukatakan, aku sudah bisa tersenyum dengan memperlihatkan gigi ketika difoto.
9. Yang paling menyebalkan adalah jika ada yang melakukan foto candid kepadaku.
Well, candid yang bagus biasanya adalah candid yang disengaja atau candid yang dilakukan terhadap selebritis yang memang tahu bahwa setiap saat mereka dikuntit kamera. Hanya saja, jika yang di-candid itu aku, aku merasa bahwa mungkin saja aku sedang berpose yang kurang pas dan gigiku akan membuat tampilanku menjadi aneh.
9. Menutup kedua bibir rapat-rapat adalah hal yang tak bisa kulakukan dengan mudah dan nyaman.
Aku perlu melakukan sedikit effort untuk bisa menutup mulut rapat-rapat. Ya, tahu sendirilah, mulut kita didesain untuk gigi yang rapi kan?
10. Aku selalu senang ketika mengetahui ada selebritis atau figur publik lainnya dengan gigi yang berantakan.
Pasti perasaan seperti ini juga pernah kalian rasakan. Walaupun mungkin kalian tidak secantik atau setampan selebritis itu, fakta bahwa mereka memiliki gigi berantakan saja sudah membuat kalian lega pastinya. Aku pun juga merasa demikian.
11. Sering merasa self-conscious ketika orang melihat ke bagian bawah wajahku dan bertanya-tanya apakah dia sedang melihat bibirku, pipiku, atau gigiku, atau mungkin hal yang lain lagi.
Ketika aku berbicara dengan seorang cowok dan dia melihat ke bagian bawah wajahku, aku selalu khawatir bahwa dia tengah mengamati gigiku. Padahal, mungkin sebenarnya tidak demikian. Beberapa orang yang pernah kukenal mengatakan bahwa mereka melihat bibirku, bukan gigiku, karena ingin menciumnya. Jadi, ingatlah, di luar gigi yang berantakan itu kalian masih punya bibir seksi yang mungkin kissable bagi sebagian orang.
Dan di antara semua perjuangan itu, ada beberapa hal yang membuatku senang memiliki gigi berantakan seperti ini:
1. Entah bagaimana, gigi yang berantakan membuatmu terlihat lebih manis.
Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa gigikulah yang membuat aku manis dan aku yakin mereka tidak sedang mengolokku. Ada adik kakak iparku yang dulunya terlihat begitu manis dengan gigi atasnya yang sedikit tongos. Ketika masuk kuliah, dia memakai behel dan begitu behelnya dicopot, aku merasa dia sudah tak semanis dulu lagi. Ya, bagi kalian yang kepikiran ingin memakai behel, mungkin bisa mengingat-ingat poin ini.
2. Aku nggak sendirian.
Di Indonesia saja, ada 80% orang yang giginya berantakan. Jadi, kalian punya banyak teman. Buat apa minder? Bahkan selebritis saja juga ada kan yang giginya berantakan? Dan tahu nggak kalau Inggris dikenal oleh masyarakat Amerika sebagai negara dengan penduduk yang memiliki bad teeth?
3. Bentuk gigi yang menjorok membuat kontur dan bentuk bibirmu lebih menarik.
Percaya atau tidak, orang-orang bergigi berantakan yang kutemui memiliki bibir yang seksi. Ketika mereka melakukan effort yang lebih untuk menutup mulut, menurutku mereka terlihat lebih menarik. Hal inilah yang juga hilang dari adik kakak iparku yang kusebutkan di atas.
4. Kalian bisa mengeksplorasinya asal tahu caranya
Aku sering browsing untuk mengetahui bagaimana cara tersenyum selebritis yang memiliki gigi berantakan. Dari situ, kalian pasti akan mempunyai banyak masukan. Dan kemudian nantinya kalian akan bisa mengeksplorasi cara tersenyum, cara bicara, atau cara tersenyum ketika difoto. Hal ini memang memerlukan waktu. Aku pun sampai detik ini merasa masih harus terus berlatih. Tapi yang jelas, gigi berantakan itu unik, dan jika tahu caranya serta racikan yang pas, kalian bisa mengeksplorasinya untuk menciptakan suatu ciri khas yang keren.
Nah, buat kalian semua yang merasa tidak PD karena memiliki gigi berantakan, coba renungkan rincian pengalaman di atas. Kalau perlu, tuliskan pengalaman-pengalaman kalian sendiri dan pikirkan apa yang membuat kalian menyukai gigi kalian, seperti apapun bentuknya.
Bagi kalian yang merasa tidak PD, dan mencoba mencari bantuan dengan menggunakan behel atau perawatan lainnya, aku merasa itu adalah hak masing-masing individu. Dan aku selalu mendukung hal tersebut karena itu bukan suatu hal yang terlarang. Apalagi jika gigi berantakan itu mengganggu kesehatanmu.
Jadi, baik kalian mau pake behel dan perawatan lain atau memilih tetap dengan gigi kalian yang berantakan, kalian tetap keren kok!
No comments:
Post a Comment