Aku mudah bosan, dengan semua hal. Makanya, tak heran aku keluar dari pekerjaanku yang terakhir bahkan sebelum enam bulan. Meskipun, semua orang menyayangkan. Aku bosan. Bahkan melakukan hobiku pun kadang aku bosan.
Aku cinta membaca, tapi ketika bosan, tulisan-tulisan itu bagaikan kutu-kutu yang siap menghisap darahku. Aku suka menulis, tapi kadang tangan ini seperti kram. Menonton film ketika sudah bosan pun seperti hanya melihat kumpulan gambar saja tanpa makna.
Aku bosan, pembosan, bahkan mungkin kadang bosan dengan diriku sendiri. Aku bisa bosan tidur ketika ngantuk. Aku pernah bosan makan ketika lapar. Sekali waktu aku juga bosan mandi ketika badan lengket oleh keringat dan daki.
Namun, entahlah, pacaran denganmu tak mengenal kata bosan. Aku sudah pacaran setiap hari selama setahun denganmu, dan masih saja selalu ingin pacaran denganmu setiap hari selama seratus tahun ke depan. Kenapa bisa begini? Bisakah kau jelaskan?
Atau barangkali kau punya anti-virus untuk rasa bosanku? Atau mungkin suaramu memang terbuat dari adonan super anti-bosan? Ataukah wajahmu itu yang mujarab?
Entahlah, sayangku…. Aku tak menemukan jawaban. Bahkan mungkin kau pun tak bisa menjawab. Namun, maukah kau pacaran selamanya denganku?
Renungan Satu Tahun Bersamamu….
Surabaya, Mei 2012
No comments:
Post a Comment